Loncat ke konten
Nasional
Visual

Prabowo Pimpin Ratas, Erupsi Anak Krakatau Jadi Sorotan

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan bencana, membahas gempa Flores, erupsi Gunung Anak Krakatau, karhutla, dan dampak asap.

Muhammad Fauzan 3 menit baca 4 kali dibaca

Jakarta, TVRakyat.NewsFlash — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas Penanganan Bencana di Indonesia pada Senin (7/9/2026) siang. Rapat digelar secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam rapat tersebut, sejumlah pejabat pemerintah tampak hadir secara virtual, di antaranya Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Prabowo menyoroti sejumlah bencana dan kondisi lingkungan yang tengah dihadapi Indonesia, mulai dari gempa bumi di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan lahan serta persoalan asap.

"Gempa di Flores kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau, dan juga kebakaran hutan, dan asap yang masih jadi masalah bagi kita semua," ujar Prabowo dalam rapat tersebut.

Menurut Prabowo, rentetan bencana yang terjadi di Indonesia tidak terlepas dari kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.

Kondisi geografis tersebut membuat Indonesia memiliki potensi menghadapi berbagai bencana alam, khususnya aktivitas kegempaan dan vulkanik. Karena itu, pemerintah dituntut untuk selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Prabowo menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi kondisi tersebut, termasuk memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat

Salah satu perhatian utama pemerintah saat ini adalah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB.

Aktivitas gunung api tersebut kembali meningkat pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 23.07 WIB. Aliran lava dilaporkan terlihat dari kawasan perairan Selat Sunda.

Dampak aktivitas vulkanik juga dirasakan di sejumlah wilayah akibat sebaran abu vulkanik. Abu dilaporkan mencapai wilayah Lampung, Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.

Sebaran abu vulkanik tersebut turut mengganggu aktivitas penerbangan. Sejumlah bandara di wilayah terdampak harus menghentikan sementara operasional penerbangan demi memastikan keselamatan penerbangan.

Gangguan tersebut berdampak terhadap penerbangan domestik maupun internasional. Maskapai juga melakukan penyesuaian jadwal hingga pembatalan penerbangan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi abu vulkanik di wilayah udara.

Pemerintah Diminta Tetap Siaga

Selain aktivitas Gunung Anak Krakatau, pemerintah juga terus menangani dampak gempa bumi di Flores serta kebakaran hutan dan lahan yang masih menimbulkan persoalan asap di sejumlah wilayah.

Rapat terbatas tersebut menjadi bagian dari koordinasi pemerintah dalam memastikan seluruh unsur terkait siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Dengan kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, kesiapsiagaan, mitigasi, serta koordinasi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah maupun lembaga terkait kebencanaan.

Diskusi

Komentar (0)

Sudah punya akun? Masuk supaya nama terisi otomatis. Komentar tamu ditinjau redaksi sebelum tayang.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Berita terkait